Dengan skuad berisi 35 pemain, persaingan mendapatkan tempat utama otomatis semakin ketat. Setiap pemain memiliki peluang untuk masuk starting eleven, sementara Nilmaizar harus menentukan siapa yang dianggap paling siap dan paling sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Pelatih Semen Padang FC itu sendiri menegaskan bahwa perubahan susunan pemain merupakan bagian dari keputusannya. Ia menyebut pemilihan starting eleven tidak didasarkan pada status pemain, melainkan performa serta kesiapan yang ditunjukkan dalam latihan.
“Kita memilih pemain untuk starting itu situasional sesuai kebutuhan laga yang dimainkan. Yang pastinya pemain yang terpilih adalah yang terbaik. Kita melihat performa dan kesiapan pemain dalam latihan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Berdasarkan pernyataan Nil, perbedaan susunan pemain dalam tiga pertandingan terakhir tidak serta-merta dapat dimaknai bahwa Nilmaizar kehilangan arah dalam menentukan tim utama. Ia memiliki ruang yang cukup luas untuk bereksperimen karena kedalaman skuad yang dimilikinya.
Namun, sampai kapan bereksperimen dan formula utama akan benar-benar terbentuk?
Kompetisi terus berjalan dan setiap pertandingan memiliki konsekuensi terhadap posisi tim di klasemen. Karena itu, semakin lama proses mencari komposisi ideal berlangsung, semakin penting bagi Nilmaizar untuk menemukan kerangka utama yang mampu menjaga konsistensi permainan.






