JAKARTA, HANTARAN.CO — Kepercayaan media menjadi salah satu modal penting bagi perusahaan dalam membangun komunikasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi. Bagi Sharp Indonesia, kepercayaan tersebut kembali mendapat pengakuan melalui dua penghargaan dalam ajang Indonesia PR Practitioner of the Year 2026.
Tim PR Sharp Indonesia meraih penghargaan kategori Corporate Communication Team in Electronics & Gadget Industry. Pada ajang yang sama, Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, dinobatkan sebagai Indonesia PR Practitioner of the Year 2026 untuk kategori Spokesperson in Electronics & Gadget Industry.
Kedua penghargaan tersebut diberikan melalui kategori Journalists’ Choice, yang penilaiannya didasarkan pada pilihan jurnalis desk bisnis. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap praktisi maupun tim komunikasi yang dinilai mampu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan media.
Penghargaan diserahkan dalam puncak acara Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan Majalah MIX MarComm, bagian dari SWA Media Group, pada Agustus 2026 di Auditorium & Performance Hall Prof. Dr. Djayusman, LSPR Jakarta.
Memasuki penyelenggaraan ke-19, ajang tersebut digelar bersamaan dengan PR & Communications Forum 2026 dengan mengusung tema “Hybrid PR: AI Makes You Faster, Humans Build Trust.”
Bagi Sharp Indonesia, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi pengakuan atas aktivitas komunikasi perusahaan. Lebih jauh, penghargaan itu dipandang sebagai cerminan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan media melalui komunikasi yang terbuka, relevan, dan konsisten.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi kami untuk terus menjaga hubungan yang baik dengan rekan-rekan media. Bagi Sharp, komunikasi bukan hanya mengenai menyampaikan informasi mengenai produk atau perusahaan, tetapi juga bagaimana kami dapat menjadi sumber informasi yang kredibel dan relevan bagi media,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia.
Indonesia PR of the Year 2026 menerapkan metodologi penilaian yang berbeda sesuai dengan kategori penghargaan.
Untuk kategori program, penilaian dilakukan melalui evaluasi terhadap output, outtakes, serta outcomes & impact. Aspek yang diperhatikan antara lain pemberitaan media, digital engagement, hingga wawancara dan diskusi langsung bersama Dewan Juri.
Sementara untuk kategori Journalists’ Choice, penilaian sepenuhnya menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada jurnalis desk bisnis dalam dua tahap.
Praktisi maupun tim komunikasi yang memperoleh suara tertinggi atau lebih dari 20 persen dari total koresponden berhak memperoleh penghargaan. Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat 174 entries/partisipan yang mengikuti berbagai kategori, mulai dari program Public Relations, tim Corporate Communication, agensi PR, spokesperson, hingga praktisi komunikasi senior dan junior.










