Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dua sekolah mulai melaksanakan revitalisasi dan dua lainnya masih berada pada tahap sosialisasi serta persiapan pelaksanaan.
Nalfira menilai program revitalisasi sekolah ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan revitalisasi tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri, tetapi juga dapat diterima sekolah swasta selama terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
“Program ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat, semakin banyak sekolah yang bisa memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan revitalisasi agar berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.






