“Literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus mampu menyaring informasi dengan bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Novriwandi juga menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, dan pusat pemberdayaan masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi warga.
Sejalan dengan visi Kota Payakumbuh, yakni “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif,” penguatan budaya literasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di era digital.
Sebelum menutup sambutannya, Novriwandi mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi, serta memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan mengatakan bimtek tersebut bertujuan membekali pustakawan, guru, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi dengan kemampuan mengenali kebutuhan informasi, menelusuri sumber informasi yang relevan, mengevaluasi validitas informasi, serta memanfaatkannya secara kritis, etis, dan efektif.
Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas profesi dalam membangun ekosistem literasi informasi yang kuat dan berkelanjutan di Kota Payakumbuh.






