Menurutnya, sektor kuliner menjadi salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan karena tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menyangkut budaya, tradisi, kreativitas dan identitas masyarakat.
Kehadiran berbagai komunitas budaya dalam festival tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache. Ia menilai Padang Harmoni Festival memberikan ruang bagi masyarakat Nias yang berada di Kota Padang untuk ikut berpartisipasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya.
“Mari kita jaga Padang Kota Tercinta ini, karena Padang Kota Tercinta ini adalah rumah kita bersama yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Mari kita berikan pengabdian terbaik dalam menunjang seluruh aspek pembangunan di Kota Padang,” ujar Yusuf.
Pembukaan Padang Harmoni Festival 2026 turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Sri Hayati Maigus Nasir, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua DWP Padang Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama serta tamu undangan lainnya.
Melalui Padang Harmoni Festival, Pemko Padang ingin memperkuat pesan bahwa keberagaman bukan sekadar identitas sosial, tetapi modal penting untuk membangun kota yang harmonis, toleran, kreatif dan berdaya saing.
Festival tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman budaya, memperkuat persatuan, serta memperkenalkan potensi seni dan budaya Kota Padang kepada masyarakat yang lebih luas.






