Untuk mewujudkan pola tersebut, LPTQ Kota Padang akan menyinergikan pembinaan dengan program Smart Surau melalui program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz.
Program tersebut akan menjadi salah satu pintu untuk menemukan peserta didik yang memiliki potensi di bidang tilawatil Quran. Mereka akan dijaring dari TPQ/TQA maupun MDTA/MDTW untuk kemudian mendapatkan pembinaan lebih intensif.
“Melalui program 3T, kita berharap lahir calon-calon kafilah. Anak-anak yang memiliki potensi akan direkrut untuk dibina secara berjenjang, sehingga pembinaan tilawatil Quran tidak hanya berlangsung ketika MTQ akan dilaksanakan,” katanya.
Maigus mengatakan, sistem pembinaan tersebut nantinya akan diperkuat melalui pengembangan Pondok Alquran di tingkat kelurahan dan Quran Center di tingkat kota.
Konsepnya, anak-anak potensial akan dibina mulai dari tingkat kelurahan. Selanjutnya, mereka mengikuti pembinaan di tingkat kecamatan sebelum mendapatkan pemantapan di Quran Center tingkat kota.
“Kota Padang harus menjadi penguat prestasi Sumbar. Jika LPTQ Kota Padang bersama seluruh pihak terkait berkomitmen kuat mengembangkan tilawatil Quran, kita yakin prestasi Sumbar dapat kembali meningkat,” ujarnya.






