MAKKAH, HANTARAN.Co — Jemaah haji Indonesia yang menempati Tower 9A Hotel Hidayah Aziziyah, Sektor 10 Kota Makkah, mengikuti kegiatan Kuliah Sepuluh Menit (Kulsum) usai Salat Subuh, Ahad (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan mental dan spiritual jemaah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Kulsum berlangsung di mushalla hotel dan diikuti ratusan jemaah dari berbagai kelompok terbang (kloter) Embarkasi Padang. Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Albahri, jemaah asal Kloter 2 Padang Provinsi Bengkulu, dengan tema “Mutiara Dalam Kegelapan.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Albahri mengajak jemaah untuk menjaga keikhlasan dan kesabaran selama menjalani ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh tantangan sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan hati yang lapang.
Baca juga : Empat Orang Meninggal, Truk Rem Blong Hantam Empat Kendaraan di Padang Besi
“Ibadah haji adalah rukun penyempurna rukun Islam yang banyak tantangan dan hambatan yang mesti dijalani dengan ikhlas dan sabar,” ujarnya di hadapan jemaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah di tengah cuaca panas dan padatnya aktivitas menjelang puncak haji di Armuzna.
Saat ini, sedikitnya enam kloter jemaah Embarkasi Padang menginap di Tower 9A Hotel Hidayah Aziziyah, yakni Kloter 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 Padang. Kloter 7 diketahui baru tiba dari Madinah dan melakukan check in hotel sekitar pukul 02.00 Waktu Arab Saudi.
Jemaah Embarkasi Padang di Tower 9A Dapat Penguatan Spiritual
Bagi jemaah yang tidak melaksanakan salat berjamaah di Masjidil Haram, aktivitas ibadah tetap dipusatkan di mushalla hotel. Petugas haji juga menyusun jadwal pembinaan ibadah harian bagi jemaah selama berada di Makkah.
Setiap hari, jemaah mengikuti dua sesi Kulsum, masing-masing usai Salat Subuh dan Salat Maghrib. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan ibadah sekaligus penguatan psikologis jemaah menghadapi fase puncak haji yang semakin dekat.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki. Menurutnya, penguatan mental spiritual sangat penting dilakukan agar jemaah tetap terjaga secara fisik maupun emosional selama berada di Tanah Suci.
“Ini salah satu bentuk penguatan pengetahuan dan mental spiritual jemaah menjelang puncak haji. Kegiatan seperti ini sangat baik dan semestinya terus dilakukan di seluruh sektor pemondokan jemaah,” kata Rifki.
Ia menjelaskan, meski seluruh jemaah telah menerima materi manasik sebelum keberangkatan, penguatan ibadah dan pembaruan informasi tetap diperlukan. Terutama terkait situasi terkini di Makkah yang mulai dipadati jemaah dari berbagai negara.
“Jemaah perlu terus diingatkan terkait kondisi lapangan, pola ibadah yang aman, hingga menjaga stamina menjelang Armuzna. Jadi bukan hanya manasik, tapi juga upgrade informasi terkini agar jemaah lebih siap,” ujarnya.
Rifki berharap kegiatan pembinaan seperti Kulsum dapat menjaga semangat ibadah, kekompakan, dan ketenangan jemaah selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. (*)






