Dengan adanya rumah sakit penyu yang dilengkapi peralatan memadai, proses penyelamatan dan pemulihan satwa dilindungi tersebut diharapkan dapat dilakukan lebih maksimal.
“Sekarang dengan adanya rumah sakit penyu ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih baik,” tambahnya.
Haridman menjelaskan, pengembangan kawasan konservasi berbasis Kehati tidak hanya berfokus pada penyelamatan penyu, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pelestarian keanekaragaman hayati daerah.
Konsep taman Kehati sendiri merupakan kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi. Kawasan itu nantinya dapat menjadi tempat koleksi tanaman lokal, endemik, hingga tanaman langka khas daerah.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, diperlukan komitmen pemerintah daerah, termasuk penyediaan lahan minimal 30 hektare yang nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman khas daerah, termasuk mangrove dan tanaman buah lokal.
“Lahan itu nantinya akan menjadi kawasan pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus kawasan edukasi dan wisata,” ucapnya lagi.
Dalam pengembangannya, Yayasan Kehati disebut tidak hanya membantu dari sisi konsep pembangunan, tetapi juga mendukung pelatihan pengelolaan konservasi hingga membantu mencarikan sumber pendanaan.





