Padang

62 Kasus Kekerasan Anak Tercatat di Padang hingga 2026, Guru BK Diminta Jemput Bola

×

62 Kasus Kekerasan Anak Tercatat di Padang hingga 2026, Guru BK Diminta Jemput Bola

Sebarkan artikel ini

Padang, Hantaran.co— Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Padang menunjukkan persoalan yang serius. Hingga pertengahan 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Padang telah mencatat 62 kasus kekerasan terhadap anak, melebihi jumlah kasus yang tercatat sepanjang 2025.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemko Padang mengumpulkan 90 guru Bimbingan Konseling (BK) dari 45 SMP Negeri se-Kota Padang dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kasus.

Kegiatan digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (8/9/2026), dengan fokus memperkuat kemampuan guru BK dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menyebut persoalan kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es. Kasus yang muncul ke permukaan diyakini belum menggambarkan seluruh persoalan yang terjadi.

“Data Kementerian PPPA mencatat 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun verbal. Namun, hanya sedikit yang melaporkan,” ujar Boby.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem, Dinkes Padang Imbau Warga Waspadai DBD

Menurutnya, persoalan tersebut semakin kompleks karena pelaku kekerasan tidak selalu berasal dari lingkungan luar. Sebagian besar justru merupakan orang-orang terdekat korban dan kekerasan dapat terjadi bahkan dalam keluarga yang terlihat harmonis.