“Pesannya mereka harus siap, mereka sudah tahu persis ngapain mereka ke sana, apa kemanfaatan yang diperoleh. Mereka siap secara fisik, mental, semangat, dan insyaallah itu akan sangat mereka perlukan untuk membangun masa depan mereka yang cerah,” katanya.
Para siswa juga telah menjalani berbagai persiapan, termasuk kegiatan kemah bersama siswa Finlandia yang sebelumnya berkunjung ke Padang. Persiapan tersebut dilakukan untuk membangun kedekatan sekaligus meminimalisasi potensi kejutan budaya selama berada di negara tujuan.
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi, menyambut positif program pertukaran pelajar tersebut. Ia menilai pengalaman belajar lintas negara penting bagi siswa di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka.
“Ini jelas bahwa anak-anak kita hari ini adalah anak-anak yang hidup di dunia globalisasi. Jadi kita memang harus mempersiapkan anak-anak kita itu untuk siap menjadi warga dunia, punya kemampuan daya saing global. Ini sejalan dengan Progul Padang Juara,” ujar Junaidi.
Ia berharap program serupa dapat diikuti sekolah-sekolah lain di Kota Padang. Menurutnya, Yari School dapat menjadi pionir dalam membuka kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan dan interaksi budaya di tingkat internasional.
“Ke depan kita berharap anak-anak yang ikut student exchange ini juga diikuti oleh sekolah-sekolah lain. Nah, itu harapan terbesar kita sehingga Yari School menjadi pionir yang langkahnya diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kota Padang,” katanya.
Bagi para siswa, program tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar di luar negeri, tetapi juga momentum membangun perspektif baru tentang keberagaman.






