“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat dapat kembali pulih dengan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemko Payakumbuh dalam memperkuat semangat kebersamaan dan sinergi antarwilayah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk saat terjadi bencana alam.
Selain untuk Kabupaten Agam, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan bantuan keuangan masing-masing sebesar Rp1 miliar kepada Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Aceh Singkil yang tengah membutuhkan dukungan percepatan pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut disalurkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima.
“Kolaborasi dan sinergi antarpemerintah daerah harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” ujar Zulmaeta.
Bagi masyarakat terdampak bencana, bantuan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan publik, mendukung aktivitas perekonomian warga, serta membantu percepatan pemulihan sektor pendidikan dan sosial kemasyarakatan.






