“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” katanya.
Ia meyakini apabila dikelola secara konsisten dan sungguh-sungguh, budidaya jamur tiram dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru yang membantu meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat.
Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga mengapresiasi narasumber pelatihan, Fitri Afriani, yang dinilai berhasil membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.
Menurut dia, Fitri memulai usaha budidaya jamur tiram sejak masih duduk di bangku kuliah dan mampu membantu perekonomian keluarga, menyelesaikan pendidikan, hingga memperoleh kesempatan berbagi pengalaman di Jepang.
Cegah Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Payakumbuh Salurkan
“Beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan ketekunan dan kesungguhan dalam membudidayakan jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang untuk berbagi pengalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan program tersebut menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penerima bantuan berasal dari Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
“Kami menetapkan lokasi penerima bantuan berdasarkan hasil penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025. Kelurahan-kelurahan tersebut masuk kategori agak rentan sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan intervensi,” katanya.
Edvidel menjelaskan setiap peserta mengikuti pelatihan selama satu hari dan menerima 150 baglog jamur tiram siap panen untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Menurutnya, bantuan produktif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi pangan bergizi keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan produktif ini mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemko Payakumbuh terus memperkuat sinergi antara penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan ketahanan pangan keluarga.
Sejalan dengan arahan Wali Kota Zulmaeta, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian masyarakat melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dari tingkat rumah tangga. (h/fs)






