Dengan materi 35 pemain yang tersedia, pelatih baru nantinya justru akan menghadapi tantangan yang tidak jauh berbeda dengan Nilmaizar. Ia harus segera menentukan pakem permainan, menemukan starting eleven terbaik, menjaga keseimbangan ruang ganti dan mengoptimalkan kedalaman skuad.
Menariknya, sosok pengganti Nilmaizar juga akan langsung berada dalam tekanan target manajemen. Pelatih tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan eksperimen karena kompetisi sudah berjalan.
Pergantian pelatih pada fase awal musim dapat menjadi perjudian. Di satu sisi, manajemen berharap hadirnya nakhoda baru mampu memberikan perubahan dan mengangkat performa tim. Di sisi lain, pelatih anyar harus kembali membangun fondasi permainan dari awal ketika kompetisi telah berlangsung.
Karena itu, sosok yang dipilih sebagai suksesor Nilmaizar akan menjadi salah satu keputusan paling penting Semen Padang FC musim ini.






