BeritaPasaman Barat

Sekda Doddy San Ismail Pimpin Upacara Harganas ke-33 di Pasbar Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Berkualitas

×

Sekda Doddy San Ismail Pimpin Upacara Harganas ke-33 di Pasbar Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Harganas
Sekda Doddy San Ismail Pimpin Upacara Harganas ke-33 di Pasbar Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Berkualitas. ist

Pilar kedua adalah pendidikan karakter. Rumah, menurutnya, harus menjadi sekolah pertama bagi anak-anak dalam menanamkan nilai integritas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta semangat gotong royong sehingga mampu melahirkan generasi yang adaptif dan memiliki daya saing.

Sedangkan pilar ketiga adalah penguatan pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua secara seimbang. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab membesarkan anak tidak boleh hanya dibebankan kepada seorang ibu.

Pada kesempatan tersebut, Sekda secara khusus menyampaikan pesan kepada seluruh ayah agar lebih aktif menjalankan perannya di dalam keluarga, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir secara emosional bagi anak-anaknya.

“Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, sangat menentukan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Jangan sampai anak-anak mengalami fenomena fatherless, yaitu ayah hadir secara fisik tetapi tidak hadir secara psikologis dalam kehidupan anak,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuat banyak anak lebih dekat dengan gawai dibandingkan orang tua mereka. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat anak lebih dipengaruhi algoritma media sosial daripada nilai-nilai yang diajarkan keluarga.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Hadiri Groundbreaking Pasar Rakyat

Karena itu, Ia mengajak para ayah untuk mulai mengurangi penggunaan gawai saat berada di rumah, memperbanyak komunikasi dengan anak, serta membatasi waktu penggunaan layar (screen time) agar anak lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan keluarga.

“Jangan biarkan meja makan menjadi sunyi karena semua sibuk menatap layar telepon genggam. Letakkan gawai ketika berada di rumah, peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dengarkan cerita mereka, dan dampingi mereka menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.

Doddy juga mengingatkan bahwa lemahnya pengasuhan keluarga dapat memicu berbagai persoalan sosial yang saat ini semakin mengkhawatirkan, mulai dari tawuran pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, banyak anak yang terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja karena kehilangan perhatian, kasih sayang, dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.

Baca Juga  Ayah-Anak di Padang Panjang Diciduk Polisi karena Narkoba

“Semua ancaman itu sesungguhnya berawal dari dalam rumah kita sendiri. Jangan menunggu anak menjadi korban ataupun pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah keluarga yang kuat. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Keberhasilan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti apabila tidak diiringi lahirnya sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki mental yang tangguh.

Mengakhiri amanatnya, Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai investasi terbesar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Mari kita satukan tekad membangun keluarga yang berkualitas, melahirkan sumber daya manusia unggul, serta mewujudkan bangsa Indonesia yang kuat dan mampu memenangkan persaingan global. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Dari keluarga berkualitas akan lahir Indonesia yang kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutupnya. (h/ows)