Ia menambahkan, pendekatan pengelolaan berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) harus terus diperkuat di tingkat masyarakat.
“Konsep 3R harus semakin digencarkan, dan dalam jangka pendek mesin pengolahan sampah organik bisa menjadi solusi praktis bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendorong kemandirian pelaku IKM dalam memproduksi dan memasarkan produk berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan ini dan setelahnya mampu memproduksi serta memasarkan mesin secara mandiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disnakerperin Payakumbuh, Elya Harmi mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta secara cepat melalui metode praktik langsung.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi mesin teknologi tepat guna, khususnya mesin pengolahan sampah organik,” kata Elya.
Ia menyebutkan sebanyak 15 peserta dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan berasal dari IKM logam pemula di Kota Payakumbuh.






