PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Respons cepat kembali ditunjukkan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam satu malam, Sabtu (30/5/2026), petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon dan seekor ular yang mengancam keselamatan warga di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Dua operasi penyelamatan tersebut menjadi bukti bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya menangani peristiwa kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Operasi pertama dilakukan di kawasan Sawah Liat, Kapuh Utara, Koto XI Tarusan. Petugas menerima laporan adanya sarang tawon yang berada di atas plafon rumah warga. Keberadaan sarang tersebut membuat pemilik rumah dan warga sekitar merasa resah karena dikhawatirkan dapat menyerang penghuni rumah sewaktu-waktu.
Baca juga : FORKI Pasaman Gelar Latihan Gabungan Empat Perguruan, Matangkan Persiapan Kejurda Sumbar 2026
Setelah menerima laporan, Regu A Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) langsung bergerak dari Mako Damkar Painan menuju lokasi pada pukul 20.00 WIB.
Dengan menggunakan armada Kijang BA 9907 GK, petugas melakukan evakuasi sarang tawon sesuai prosedur operasional standar (SOP). Proses penanganan berlangsung hati-hati mengingat posisi sarang berada di bagian atas rumah dan berpotensi membahayakan penghuni maupun petugas.
Setelah bekerja selama kurang lebih dua jam, petugas berhasil mengamankan sarang tawon tersebut pada pukul 22.00 WIB. Situasi di lokasi kembali aman dan warga dapat beraktivitas tanpa rasa cemas.
Pada malam yang sama, Pos Damkarmat Koto XI Tarusan kembali menerima laporan darurat. Kali ini seekor ular dilaporkan masuk ke dalam rumah warga di Batu Hampa Selatan sekitar pukul 21.35 WIB.
Kehadiran reptil tersebut sontak membuat penghuni rumah panik dan khawatir akan keselamatan anggota keluarga mereka.
Damkar Pessel Evakuasi Sarang Tawon dan Ular dalam Satu Malam
Mendapat laporan tersebut, Regu A Piket Damkarmat Posko Koto XI Tarusan segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi sesuai SOP yang berlaku.
Berkat kesigapan petugas, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerugian. Proses evakuasi selesai pada pukul 21.54 WIB dan kondisi rumah kembali aman.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengapresiasi kesigapan personel yang bertugas serta mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan potensi ancaman keselamatan di lingkungan masing-masing.
“Peran Damkar saat ini tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan atau rescue seperti evakuasi ular, tawon, pohon tumbang, hingga bantuan dalam kondisi darurat lainnya. Kami berkomitmen memberikan pelayanan cepat demi menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Agung kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan penanganan sendiri terhadap sarang tawon maupun satwa liar yang berpotensi membahayakan.
“Jika menemukan sarang tawon, ular, atau kondisi yang dapat mengancam keselamatan, segera hubungi petugas Damkar terdekat. Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko cedera bahkan korban jiwa. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” katanya.
Agung menambahkan, keberhasilan dua operasi penyelamatan dalam satu malam tersebut menunjukkan kesiapsiagaan personel Damkarmat Pesisir Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam.
Dengan cepatnya respons petugas, dua potensi ancaman yang dapat membahayakan warga berhasil diatasi. Kehadiran Damkarmat tidak hanya menjadi garda terdepan saat kebakaran terjadi, tetapi juga menjadi penolong masyarakat dalam berbagai situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan profesional. (h/kis)






