PADANG, hantaran.co — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) sosialisasi mengenai ketahanan engsel pada kitchen set di Putra Legowo Interior yang berlokasi di Batu Busuk, Kota Padang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan pekerja interior mengenai penggunaan engsel yang tepat agar kitchen set dapat berfungsi optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Putra Legowo Interior merupakan salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan furnitur dan interior rumah tangga. Dalam proses produksinya, penggunaan engsel menjadi salah satu komponen penting yang menentukan kualitas dan ketahanan kitchen set yang dihasilkan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, tim PKM yang terdiri dari Resta Putri Meyesa, M.T selaku ketua dan anggota Ilham Ahmad Sauki, S.T, M.T, Rangga Fernando, S.T, M.T, dan Windri Hadi Utama, S.T, M.T, memperkenalkan tiga jenis engsel yang umum digunakan pada pembuatan kitchen set, yaitu engsel lurus, engsel bengkok, dan engsel setengah bengkok. Ketiga jenis engsel tersebut memiliki fungsi dan posisi pemasangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan desain kabinet.
Ketua tim PKM, Resta Putri Meyesa, M.T., menjelaskan bahwa pemahaman terhadap spesifikasi pemasangan engsel sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan produk. Kesalahan dalam pemasangan sering kali menyebabkan kerusakan lebih cepat sehingga mengurangi masa pakai kitchen set.
Menurutnya, ketahanan engsel tidak hanya ditentukan oleh kualitas material, tetapi juga oleh metode pemasangan yang benar. “Penggunaan mata bor khusus dan pemasangan sesuai standar menjadi faktor penting untuk memastikan engsel dapat bekerja secara optimal selama bertahun-tahun,” katanya kepada Haluan Senin (1/6) di Padang.
Selain pemasangan kata Resta, aspek pemeliharaan juga menjadi perhatian utama dalam sosialisasi tersebut. Tim PKM memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah perawatan engsel agar tetap awet dan berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang panjang.
“Beberapa bentuk pemeliharaan yang disarankan antara lain membersihkan engsel secara berkala, memberikan pelumas khusus pada bagian mekanis, melakukan pengencangan sekrup secara rutin, serta menyetel ulang posisi pintu apabila terlihat mulai miring atau tidak sejajar,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rudy selaku pengelola gudang Putra Legowo Interior. Dalam sesi diskusi, Rudy menyampaikan bahwa penggunaan engsel tipe slow motion saat ini dinilai lebih baik dibandingkan engsel sendok biasa karena memiliki sistem peredam yang mampu mengurangi tekanan saat pintu ditutup.
Ia menjelaskan bahwa engsel slow motion memungkinkan pintu menutup secara perlahan sehingga mengurangi benturan yang dapat mempercepat kerusakan pada engsel maupun kabinet. Selain itu, ia juga memaparkan bahwa pemasangan engsel setengah bengkok umumnya ditempatkan pada bagian ujung pintu, sedangkan bagian tengah menggunakan engsel lurus untuk memperoleh kestabilan yang lebih baik.
Sebelum pelaksanaan sosialisasi, tim PKM terlebih dahulu melakukan pencarian referensi dan kajian terbaru terkait ketahanan engsel lurus, bengkok, dan setengah bengkok. Kajian tersebut mencakup teknik pemasangan, metode pemeliharaan, serta informasi umum mengenai harga dan karakteristik masing-masing jenis engsel.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dan diikuti oleh para pekerja yang terlibat dalam proses produksi di Putra Legowo Interior. Selama kegiatan berlangsung, tim juga melakukan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.












