KOTA SOLOK, HANTARAN.CO – Langit pagi di Kota Solok diselimuti awan kelabu, namun di balik suasana muram itu, semangat ribuan warga justru bersinar terang saat memadati Lapangan Merdeka, Sabtu (21/3/2026), untuk menunaikan Salat Idulfitri.
Sejak fajar menyingsing, masyarakat dari berbagai penjuru kota telah berdatangan. Mengenakan pakaian terbaik, wajah-wajah sumringah berpadu dengan haru usai menjalani sebulan penuh ibadah Ramadan.
Lapangan yang menjadi pusat aktivitas warga itu berubah menjadi lautan manusia rapat, namun hangat dalam kebersamaan. Gema takbir yang berkumandang menembus langit kelabu, menghadirkan ketenangan di tengah ancaman hujan.
Mendung pagi seolah menjadi saksi bisu dari kekhusyukan dan persaudaraan yang terjalin di antara jemaah.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat kebersamaan yang dapat dirasakan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua daerah berada dalam kondisi yang sama.
“Ini adalah kenikmatan yang kita terima. Di daerah lain, banyak yang melaksanakan salat dan ibadah di tengah rasa kecemasan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perbedaan dalam penetapan hari raya yang sempat terjadi. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan.
“Perbedaan dalam penetapan hari Id bukan sebagai ruang untuk perpecahan. Idulfitri bukan tentang tanggal, tetapi tentang hati yang kembali suci,” ucapnya.
Momentum Idulfitri turut dimanfaatkannya untuk menyampaikan pesan hangat kepada para perantau yang pulang ke kampung halaman. Kehadiran mereka dinilai menjadi energi baru bagi pembangunan daerah.
“Selamat datang perantau. Kehadiran dunsanak adalah semangat bagi kami di kampung untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih baik dan diberkahi,” ucapnya, disambut senyum dan haru para jemaah.