Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: bagaimana kualitas shalat kita selama ini? Apakah kita melaksanakannya dengan khusyuk atau sekadar menggugurkan kewajiban? Apakah lisan kita terjaga dari ghibah, fitnah, dan kata-kata yang menyakiti orang lain?
Selain itu, kita juga perlu memeriksa hati kita. Apakah masih ada rasa iri, dengki, atau dendam kepada orang lain? Apakah kita masih menunda taubat padahal kesempatan masih terbuka?
Rasulullah ï·º, seorang manusia yang telah dijamin surga oleh Allah, tetap memperbanyak istighfar setiap hari. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau beristighfar lebih dari tujuh puluh kali sehari. Jika Rasulullah saja demikian, maka kita yang penuh kekurangan tentu lebih membutuhkan istighfar.
Puasa di Bulan Ramadan Bukan Sekedar Menahan Lapar
Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Orang yang sedang diet pun bisa menahan lapar. Namun puasa yang sesungguhnya adalah puasa yang mampu membersihkan hati dan mendidik jiwa.
Ketika di siang hari kita mampu menahan diri dari sesuatu yang halal seperti makan dan minum, seharusnya kita juga lebih mampu meninggalkan hal-hal yang haram, seperti dusta, amarah, dan perbuatan yang merugikan orang lain.





