rekrutmen
Berita

Pemkab Pessel Salurkan 7 Ton Beras untuk Korban Banjir dan Longsor, Bupati Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

0
×

Pemkab Pessel Salurkan 7 Ton Beras untuk Korban Banjir dan Longsor, Bupati Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Pemkab Pessel Salurkan 7 Ton Beras untuk Korban Banjir dan Longsor, Bupati Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Pemkab Pessel Salurkan 7 Ton Beras untuk Korban Banjir dan Longsor, Bupati Pastikan Bantuan Tepat Sasaran. ist

PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) menyalurkan sedikitnya 7 ton beras bantuan untuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut akan terus ditambah seiring meluasnya dampak bencana.

Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Yoli Aang Sofia, mengatakan distribusi dilakukan secara terukur agar warga yang benar-benar terdampak dapat menerima bantuan tanpa hambatan.

“Kami prioritaskan wilayah dengan dampak terparah terlebih dahulu. Stok bantuan aman, dan akan terus kita suplai sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Yoli Aang Sofia dikutip keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Ia menegaskan tim lapangan terus berkoordinasi dengan posko bencana, dapur umum, dan BPBD.

“Kami pastikan data penerima bantuan diverifikasi, sehingga pembagiannya tepat sasaran,” tambahnya.

Sebelumnya pada Sabtu (29/11/25), Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama rombongan meninjau kondisi banjir di tiga kecamatan terdampak, yaitu Batang Kapas, Sutera, dan Lengayang. Dalam peninjauan tersebut, Bupati memastikan bahwa distribusi bantuan harus menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Di Kantor Wali Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Bupati bertemu langsung dengan warga dan petugas dapur umum.

“Kepada Dinas Pangan saya minta agar melakukan monitoring ke posko-posko dan dapur umum untuk memastikan ketersediaan bahan makanan aman dan tercukupi,” tegasnya.

Bupati juga memberikan semangat kepada petugas lapangan yang terus bekerja menangani bencana.

“Jangan lupa bekerja dengan hati yang ikhlas. Ini merupakan ujian bagi kita semua,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Hendrajoni bersama rombongan menyalurkan beras ke kantor Camat Batang Kapas untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Lengayang: Ribuan Warga Terdampak, Bupati Instruksikan Pendataan Kerusakan

Peninjauan dilanjutkan ke Kecamatan Lengayang, tepatnya di Kampung Padang Panjang II, Nagari Kambang Utara. Kepala Kampung Padang Panjang II, Defriandi, mengungkapkan banjir yang besar merendam beberapa wilayah terparah seperti Kampung Akad, Padang Panjang II, dan Lubuak Sariak.

“Hampir seluruh daerah terdampak banjir di Kecamatan Lengayang. Masyarakat ada yang sudah menerima bantuan, tapi masih belum merata,” ungkapnya.

Ia menyebutkan sekitar 550 KK dari total 730 jiwa di daerahnya terdampak, dengan ketinggian air mencapai 1 meter di dalam rumah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Hendrajoni meminta setiap wali nagari untuk melakukan pendataan secara rinci.

“Tolong nanti Pak Wali Nagari didata apa saja kerusakan di daerah masing-masing, baik itu kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Nanti kita ajukan proposal ke pusat. Mudah-mudahan dibantu,” ucap Bupati.

Sutera: Legislator Dorong Percepatan Bantuan

Rangkaian kunjungan diakhiri di Kampung Koto Baru, Nagari Aur Duri, Kecamatan Sutera. Terkait situasi di lapangan, Anggota DPRD Pessel Ardiul (PAN) dan Jetrizanko (PKB) mendesak pemerintah daerah segera mengoptimalkan distribusi bantuan.

“Warga di sini sudah beberapa hari kesulitan. Kami berharap bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling terdampak,” ujar Ardiul.

Sementara itu, Jetrizanko menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak agar proses distribusi cepat dan tepat sasaran.

“Masih banyak wilayah yang belum terjangkau. Kami harap sinergi antara camat, wali nagari, dan OPD terkait dijalankan maksimal supaya penanganannya tepat dan tidak terlambat,” tegasnya.

Keduanya memastikan akan terus mengawal proses pendataan warga terdampak hingga upaya pemulihan pascabencana dapat terurai. (h/kis)

Penulis: Okis Mardiansyah