PESISIR SELATAN. HANTARAN.Co — Masyarakat Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali menyuarakan kekecewaan mereka. Jembatan gantung yang menjadi akses utama warga setempat belum juga diperbaiki sejak mengalami kerusakan berat pada 2023. Bahkan kondisi tersebut semakin parah usai dihantam banjir besar pada Kamis, 27 November 2025.
Sabtu pagi (29/11/2025), anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal, meninjau langsung lokasi jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa warga menganggap pemerintah hanya memberi janji tanpa realisasi.
“Wali nagari yang saya ajak, awalnya menolak ikut. Dia takut dimarahi lagi oleh masyarakat. Warga marah karena pembangunan jembatan gantung tersebut baru sekadar janji-janji,” ujar Novermal.
Jembatan gantung Pelangai Gadang merupakan infrastruktur utama yang menghubungkan masyarakat dengan kantor wali nagari, Puskesmas Pembantu (Pustu), sekolah, dan pasar. Kerusakan tersebut berdampak pada hampir 100 kepala keluarga di Kampung Bintungan yang kini harus memutar jauh ke arah hulu sungai untuk beraktivitas.
“Kami harus jalan jauh setiap hari. Anak-anak pun harus berangkat lebih pagi ke sekolah. Kalau hujan, kami tidak berani lewat karena sungai makin deras,” kata salah seorang warga setempat, Andi (42).
Ia menyebut kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan.
“Sejak 2023 rusak berat, sampai sekarang belum juga ada pembangunan. Masyarakat jangan hanya diberi janji-janji,” ujarnya.
Banjir yang melanda pada 27 November 2025 tidak hanya memperparah kerusakan jembatan, tetapi juga mengubah alur sungai. Arus kini menghantam permukiman warga, kantor wali nagari, dan Pustu.
“Rumah kami sudah sering terendam air karena alur sungai berubah. Kami takut kalau banjir berikutnya lebih besar akan hanyut terbawa arus,” ucapnya lagi.
Menanggapi hal tersebut, Novermal meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) melalui BPBD dan dinas terkait lainnya bersikap lebih serius dalam menangani persoalan ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan serta normalisasi alur sungai harus menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir November 2025.
“Pemda Pessel harus lebih serius. Bukan hanya jembatan, tetapi juga normalisasi alur sungai yang kini menghantam puluhan rumah masyarakat, kantor wali nagari, dan Pustu,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah tidak sekadar memberi janji, tetapi segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga Pelangai Gadang dan sekitarnya. (h/kis)







