rekrutmen
BeritaPeristiwa

Mayat Diduga Korban Bencana Ditemukan di Perairan Pulau Anak Air, Tim Polairud Lakukan Evakuasi Cepat

0
×

Mayat Diduga Korban Bencana Ditemukan di Perairan Pulau Anak Air, Tim Polairud Lakukan Evakuasi Cepat

Sebarkan artikel ini
Mayat Diduga Korban Bencana Ditemukan di Perairan Pulau Anak Air, Tim Polairud Lakukan Evakuasi Cepat
Mayat Diduga Korban Bencana Ditemukan di Perairan Pulau Anak Air, Tim Polairud Lakukan Evakuasi Cepat. ist

PADANG, HANTARAN.Co — Gelombang bencana hidrometeorologis yang melanda Kota Padang kembali menyisakan temuan memilukan. Seorang mayat perempuan ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Anak Air, Sabtu (29/11/2025) pagi. Tim SAR Ditpolairud Polda Sumbar bergerak cepat melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari nelayan yang pertama kali melihat jasad tersebut.

Penemuan itu dilaporkan sekitar pukul 08.18 WIB saat seorang nelayan yang sedang melintas di lokasi menemukan sesosok tubuh perempuan dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan berada pada koordinat S 00.91783° – E 100.20091, tidak jauh dari garis pantai Anak Air yang beberapa hari terakhir dihantam gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Ditpolairud langsung bergerak dari dermaga Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumbar.

“Pada pukul 08.22 WIB tim kami langsung bertolak dengan RIB menuju lokasi penemuan sesuai koordinat yang diberikan nelayan,” jelas Dirpolairud Polda Sumbar Kombes Pol Marsdianto dikonfirmasi Haluan.

Perjalanan menuju lokasi menempuh waktu sekitar 40 menit karena kondisi gelombang yang masih tidak stabil. Pada pukul 09.02 WIB, tim berhasil mencapai titik penemuan dan langsung mengevakuasi jasad korban ke atas kapal.

“Meski cuaca masih tidak bersahabat, proses evakuasi berjalan lancar. Keselamatan personel tetap kami utamakan,” kata Marsdianto.

Jasad perempuan itu tiba kembali di dermaga Subdit Gakkum Ditpolairud sekitar pukul 09.40 WIB. Selanjutnya, korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi.

“Untuk identitas korban masih dalam proses. Saat ini sedang dilakukan otopsi oleh tim forensik untuk memastikan penyebab kematian dan pencocokan ciri-ciri dengan laporan orang hilang,” ujar Marsdianto.

Dirpolairud mengungkapkan bahwa temuan jenazah ini sangat mungkin berkaitan dengan bencana hidrometeorologis yang melanda Kota Padang sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah kawasan pesisir dan sungai dilaporkan mengalami luapan air, gelombang tinggi, serta potensi hanyutnya warga.

“Melihat lokasi penemuan dan kondisi cuaca beberapa hari terakhir, besar kemungkinan korban terkait peristiwa banjir dan gelombang tinggi yang terjadi. Namun, kepastiannya menunggu hasil otopsi dan identifikasi,” ujar Marsdianto.

Ditpolairud Polda Sumbar memastikan akan terus meningkatkan patroli di seluruh perairan sekitar pesisir Padang, terutama setelah munculnya laporan warga hilang di beberapa titik banjir bandang dan galodo.

“Kami fokus pada upaya pencarian korban yang mungkin terbawa arus ke laut. Patroli dan pemantauan terus diperkuat,” tegas Marsdianto.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan warga yang tinggal di sepanjang pantai, untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan atau objek yang diduga korban bencana. (h/fzi)

Penulis: M. Fauzi