PASAMAN, HANTARAN.Co — Kabupaten Pasaman kembali diterjang bencana hidrometeorologi akibat intensitas hujan tinggi yang melanda sejak beberapa hari terakhir. Berdasarkan data yang dirilis Pusdalops BPBD Pasaman hingga 29 November 2025 pukul 12.00 WIB, hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur.
Di Kecamatan Rao Selatan, sebanyak 276 KK terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam wilayah mereka. Selain itu, sekitar 15 hektare lahan pertanian ikut terendam, mengancam sumber penghasilan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kecamatan Dua Koto mengalami kerusakan jalan cukup serius. Ruas Jalan Kampung Baru Silalan—Jorong Pembangunan amblas hingga 50 meter, membuat akses masyarakat terganggu dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah.
Di Kecamatan Panti, dampak banjir cukup luas. Sebanyak 60 KK mengungsi, sementara jembatan penghubung Mudik Air—Ampang Gadang berada dalam kondisi terancam ambruk. Selain itu, badan jalan di Ampang Gadang juga amblas sepanjang 10 meter, serta 115 hektare lahan pertanian tergenang air.
Kecamatan lain yang juga terdampak yaitu Kecamatan Simpati, dengan laporan adanya empat unit rumah rusak ringan, satu unit rumah ibadah terdampak, serta satu hektare lahan pertanian yang terendam. Di Kecamatan Mapat Tunggul, ruas jalan Curanting—Silayang dilaporkan amblas sepanjang 50 meter.
Bencana ini juga berdampak pada fasilitas umum di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, di mana satu unit gedung sekolah serta satu unit sarana ibadah mengalami kerusakan. Sedangkan di Kecamatan Padang Gelugur, sekitar 63 hektare lahan pertanian dilaporkan terendam.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Lubuk Sikaping, pusat pemerintahan Kabupaten Pasaman, dengan total 45 hektare lahan pertanian turut terdampak. Data paling besar tercatat di Kecamatan Bonjol, dengan 491 jiwa mengungsi sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing pada 27 November 2025. Selain itu, daerah ini mencatat tiga rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, enam rumah rusak ringan, 361 unit rumah terdampak, serta satu unit gedung sekolah mengalami kerusakan. Jalan Sikabu Gandang terban sepanjang 50 meter dan jembatan gantung di Kampung Tampang hanyut terbawa arus. Total lahan pertanian terendam mencapai 25 hektare.
BPBD Pasaman melaporkan bahwa kondisi cuaca pada Jumat siang cenderung berawan, dan sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Unsur terkait seperti pemerintah daerah, TNI/Polri, kecamatan, nagari, PLN, Baznas, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan di lokasi bencana. (h/ekie)







