rekrutmen
BeritaPeristiwa

Rekap Data Sementara Banjir dan Longsor di Pessel: 9 Kecamatan Terdampak

0
×

Rekap Data Sementara Banjir dan Longsor di Pessel: 9 Kecamatan Terdampak

Sebarkan artikel ini
Rekap Data Sementara Banjir dan Longsor di Pessel 9 Kecamatan Terdampak
Rekap Data Sementara Banjir dan Longsor di Pessel 9 Kecamatan Terdampak. ist

PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mencatat sembilan dari total 15 kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir dan tanah longsor. Data sementara ini dihimpun Pusdalops BPBD dari tanggal 23 hingga 27 November 2025 hingga pukul 20.00 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Pesisir Selatan, Mulyandri, menjelaskan bahwa laporan yang diterima masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Data ini masih sementara dan akan bertambah serta berubah seiring masuknya laporan terbaru dari nagari dan kecamatan terdampak,” ujar Mulyandri dikutip keterangannya, Sabtu (29/11).

Berdasarkan rekap sementara BPBD, bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 11.680 rumah, dengan total 48.385 warga terdampak. Selain itu, dilaporkan 1 warga dinyatakan hilang, serta kerugian harta benda sementara mencapai Rp179.949.184.750. Fasilitas umum terdampak tercatat 5 unit.

Mulyandri menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut sangat mungkin berubah dalam hitungan jam, karena laporan dari lapangan terus berdatangan.

“Jumlah warga terdampak bersifat dinamis. Petugas masih melakukan verifikasi dan pendataan ulang. Jadi masyarakat harap memahami jika angka ini akan terus mengalami perubahan,” jelasnya.

BPBD merinci sembilan kecamatan yang terdampak beserta nagari yang melaporkan kerusakan:

  1. Kecamatan Koto XI Tarusan (9 nagari)
    Nagari Duku, Batu Hampa, Nanggalo, Kapuh, Kapuh Utara, Batu Hampa Selatan, Pulau Karam, Ampang Pulai, Jinang, Kampung Pansur Ampang Pulai.
  2. Kecamatan Bayang (13 nagari)
    Koto Barapak, Gurun Panjang, Kapelgam Koto Barapak, Kubang Koto Barapak, Kapujan Koto Barapak, Kapeh Panji Jaya Talaok, Aur Bagalung Talaok, Api-Api Pasar Baru, Asam Kamba Pasar Baru, Sawah Laweh Pasar Baru, Gurun Panjang Utara, Gurun Panjang Barat, Gurun Panjang Selatan.
  3. Kecamatan IV Nagari Bayang Utara (4 nagari)
    Pancung Taba, Puluik-Puluik Selatan, Limau Gadang, Pancung Taba.
  4. Kecamatan IV Jurai (7 nagari)
    Lumpo, Batu Kunik Lumpo, Taratak Tengah Lumpo, Ampuan Lumpo, Sungai Gayo Lumpo, Sungai Sarik Lumpo, Bukit Kaciak Lumpo.
  5. Kecamatan Batang Kapas (7 nagari)
    IV Koto Hilie, IV Koto Mudiak, Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Koto Nan Tigo Koto Hilie, Taratak Tampatih IV Koto Mudiak, Tuik IV Koto Mudiak, Sungai Nyalo IV Koto Mudiak.
  6. Kecamatan Sutera (1 nagari)
    Nagari Tanjung Gadang.
  7. Kecamatan Lengayang (6 nagari)
    Kambang, Kambang Utara, Kambang Timur, Kambang Barat, Lakitan Timur, Lakitan Tengah.
  8. Kecamatan Pancung Soal (2 nagari)
    Indrapura Barat dan Simpang Lama Indrapura.

Mulyandri meminta masyarakat tetap waspada dan bekerja sama dengan petugas dalam proses evakuasi maupun pendataan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika terjadi perkembangan baru, terutama terkait korban dan kerusakan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan jangan mengambil risiko yang membahayakan diri. Bencana ini masih berlangsung, jadi keselamatan adalah prioritas utama. Mari saling membantu dan menjaga lingkungan sekitar,” pungkasnya. (h/kis)

Penulis: Okis Mardiansyah