PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dari Fraksi PAN, Novermal, mendesak pemerintah daerah untuk segera membuka akses logistik dan pendidikan bagi ribuan warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Bayang Utara. Terputusnya jalan penghubung Bayang–Alahan Panjang di Koto Ranah menyebabkan tiga nagari dengan total sekitar 5.000 jiwa kini terisolasi.
Kunjungan lapangan dilakukan Novermal bersama rekannya, Zulfian Apriyanto, pada Jumat sore (28/11/2025) setelah rapat paripurna penetapan Propemperda dan pengesahan APBD 2026. Di lokasi, mereka bertemu tim teknis dari Pemprov Sumbar dan Pemkab Pessel yang baru tiba untuk meninjau kerusakan.
Menurut Novermal, situasi darurat tidak memungkinkan penanganan yang lambat, maka dari itu harus disegerakan.
“Akses logistik dan pendidikan harus segera dibuka. Anak-anak tidak boleh terputus dari sekolah, dan suplai kebutuhan pokok harus tetap berjalan. Jalan alternatif harus segera dibangun. Ini bukan opsi, ini kewajiban,” ujar Novermal.
Ia menjelaskan, selain jalan utama yang terputus akibat banjir bandang, jalur menuju Alahan Panjang yang baru dibangun juga tertutup material longsor di banyak titik. Kondisi ini membuat ribuan warga benar-benar tidak memiliki akses keluar-masuk.
“Tiga nagari ke arah Alahan Panjang kini terisolasi. Mereka tidak bisa menunggu berhari-hari. Pemerintah harus memastikan ada jalur darurat yang bisa dilalui dalam waktu cepat,” ucapnya lagi.
Diskusi teknis turut dilakukan bersama anggota DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra yang juga hadir di lokasi kunjungan. Menurut Novermal, DPRD Sumbar juga menyatakan dukungannya terhadap langkah tanggap darurat maupun solusi jangka panjang.
“Alhamdulillah, DPRD Sumbar mendukung penuh langkah penanganan cepat. Ini penting karena tanggap darurat tidak bisa hanya mengandalkan kabupaten. Perlu sinergi lintas lembaga,” katanya.
Selain pembukaan akses jalan, Novermal menekankan pentingnya normalisasi aliran sungai yang diduga menjadi pemicu banjir bandang.
“Alur sungai harus dinormalisasi. Jika tidak, setiap musim hujan kita akan kembali menghadapi risiko yang sama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu ikut menjaga jalur yang sedang dan akan diperbaiki, serta menjaga lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.
“Kami minta masyarakat bersama-sama mendukung penanganan jalan putus ini. Jangan ada hambatan di lapangan. Ini demi keselamatan, akses pendidikan, dan kebutuhan hidup warga,” pungkasnya. (h/kis)






