PADANG, HANTARAN.Co – Dentuman banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada Jumat (28/11/25) bukan hanya merendam kawasan pemukiman. Tiga infrastruktur vital pengolahan air milik Perumda Air Minum Kota Padang rusak parah, bahkan sebagian hilang seketika digulung arus deras.
Hujan yang turun tanpa jeda selama sepekan terakhir kembali memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan daerah sekitarnya. Akibatnya, tiga Infrastruktur Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Kota Padang mengalami kerusakan berat dan sebagian hanyut terbawa arus.
Dalam unggahan resmi di media sosial Perumda Air Minum Kota Padang, terlihat jelas kondisi mengenaskan fasilitas-fasilitas tersebut: struktur patah, pipa tercerabut, hingga bangunan intake yang porak-poranda.
Kerusakan terbesar dialami Intake Palukahan, salah satu sumber air baku utama yang menyuplai dua IPA lain: IPA Palukahan dan IPA Taban. Sebelum musibah terjadi, intake ini memasok sekitar 500 liter air baku per detik. Namun, banjir bandang menghancurkan seluruh struktur dan menyeretnya hingga tak tersisa.
Tak hanya itu, rumah pompa di Intake Pompa Latung juga diterjang arus kuat. Tiga unit pompa masing-masing berkapasitas 90 liter per detik (dua unit) dan 120 liter per detik (satu unit) rusak berat dan ikut hanyut. Pompa hisap yang menjadi tulang punggung distribusi air pun hilang terseret banjir.
Saat ini, petugas Perumda tengah bekerja keras memulihkan kondisi. Namun prosesnya, menurut perusahaan, tidak mudah dan membutuhkan waktu, mengingat skala kerusakan yang sangat besar.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, meminta masyarakat bersabar sembari tim teknis berupaya mempercepat pemulihan.
“Mohon doa dan dukungan pelanggan agar proses pengerjaan dapat segera rampung sehingga kondisi kembali normal,” ujarnya.
Pemulihan total diperkirakan membutuhkan proses panjang, sementara pelanggan diminta mengantisipasi gangguan suplai air di berbagai wilayah terdampak. (h/irh)






