Ekonomi

Hujan Pengaruhi Penjualan Semangka di Padang Panjang

2
×

Hujan Pengaruhi Penjualan Semangka di Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
Semangka

Padangpanjang,hantaran.co–Penjualan semangka di Kota Padang Panjang selama Ramadan mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Tetapi demikian dalam beberapa hari terakhir cuaca hujan yang turun hampir setiap sore membuat aktivitas jual beli sedikit menurun.

Salah seorang pedagang semangka di pasar bawah Feri, mengatakan, kondisi cuaca sangat mempengaruhi jumlah pembeli yang datang. “Untuk sekarang jual beli agak menurun karena cuaca. Beberapa hari terakhir hujan terus setiap sore, jadi pembeli sedikit berkurang. Kalau cuaca bagus biasanya penjualan juga ikut meningkat,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga : Penjualan Sanjai Turun Selama Ramadan Berjalan

Meski begitu, dibanding hari biasa, penjualan selama Ramadan tetap mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada hari biasa, ia mengaku pendapatan hanya sekitar Rp1 juta per hari, sedangkan selama Ramadan bisa mencapai sekitar Rp3 juta per hari. “Kalau hari biasa paling sekitar satu jutaan, tapi selama Ramadan bisa sampai tiga jutaan,” ucapnya.

Baca Juga  Ini Daftar Kendaraan Yang Terlibat Kecelakaan Beruntun di Lembah Anai

Dua Jenis Semangka

Semangka yang dijual terdiri dari dua jenis, yakni semangka merah dan semangka kuning. Namun selama Ramadan, semangka kuning hanya tersedia sekali, sementara selebihnya didominasi semangka merah. Untuk harga, semangka dijual dengan beberapa pilihan potongan. Potongan kecil dijual mulai dari Rp5 ribu, potongan Rp10 ribu, setengah buah sekitar Rp25 ribu, sedangkan satu buah utuh dijual sekitar Rp50 ribu.

Dalam hal pasokan, pedagang biasanya mendapatkan stok dua kali dalam seminggu dengan jumlah sekitar 1,5 hingga 2 ton setiap pengiriman. Dengan demikian total stok yang masuk bisa mencapai sekitar 4 ton dalam seminggu. “Khusus Ramadan, semangka bisa habis sampai sekitar 4 ton dalam seminggu,” jelasnya.

Baca Juga  UAS: Masyarakat Minangkabau Sudah Memikirkan untuk 100 Tahun ke Depan

Pembeli biasanya mulai ramai sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Puncak keramaian terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Pedagang tersebut mengaku membuka lapak setiap hari selama masih tersedia stok buah. “Selagi masih ada buah, tetap jualan. Bahkan saat Lebaran pun kalau masih ada stok semangka, kami tetap buka,” tutupnya.